Pelajaran Mendengarkan

Angin mengingat setiap gemeresik dalam hutan ini. Ia simpan segala bunyi untuk rumput-rumput yang tengadah, untuk sebuah hari basah tak ada jejak langkah. Kelak ketika kota ini tak membutuhkannya lagi, ia akan menyerahkan hidupnya kepada sunyi nasib bunga-bunga: sebentar semerbak di antara yang niscaya, sebentar lesap di antara ragu dan percaya yang bukan bagian dari hidupnya. Dari balik dunia yang pipih itu, ia akan mendengarkan sekali lagi seribu bunyi, seribu gerak-gerik, seribu ketergesaan yang lupa bahwa rumput-rumput, bunga-bunga dan angin-angin di seluruh padang ini pernah ada dan mengisi dan melonggarkan kesesakkan-kesesakkan hidup mereka.

No comments:

Post a Comment