Vocalise, membaca Rachmaninoff

Langit malam ini
masih wajah masa yang lalu.
Juga ingatanku kini
masih wajahmu melulu.

Sungguh rendah suhu
telah meringkus kita,
membungkus wangi nyawa
tanpa menghitung ini opus ke berapa,
tanpa peduli dengingnya
akan membekas pada telinga siapa.

Agaknya yang hilang
dari dalam tubuhmu
tak ditemukan, tak juga menemukan
meski meminjam identitas
tubuh yang lain, kecemasan yang lain,

tapi mengapa
kesepian juga menggigilkan kita?
Seperti hantu musim dingin
yang muncul dari lipatan-lipatan tuts,
menyembul dari gigi-gigi seekor tikus,

jaraknya membentang
menyesaki telinga, menciciti kepala,
hingga kita spontan bertanya,
“Pada menit ke berapa keabadian
melantunkan nama kita?”

lalu malam tergelincir
ke dasar botol bir.

No comments:

Post a Comment