Belenggu

: cm


kota ini tak lagi bebas berdiri
belenggu di mana-mana
jiwa-jiwa yang menunggu
mengiba dikekang ratap dunia

butuh berapa tegangan tali
lagi agar tubuhku tak laju
tak digiling mesin industri?

butuh berapa tambat kekang
lagi agar inti kesadaranku
tak rusak koyak-moyak 
dirobek taring usia sendiri?

angin sore berpusing-pusing
meningkahi cuaca, menukasi
setiap yang gagal terbaca

sementara kau menungguku,
gusar dalam kabel telepon,
mirip seperti jutaan pasang 
suara lain yang siap terluka
melalui sebuah tanya:

"hai, gimana harimu?"

Jakarta, 2015

No comments:

Post a Comment