Lidah

Dahulu lidah adalah
padang bunga petuah
tapi amarah cepat saji
bakar habis wanginya.

Lidahku hanya tahu
pahit, kecut, getir
dan hidup kian hari
kian terasa hambar.

Semoga kau tetes air 
terakhir yang susut 
ditingkahi matahari,
sebab di sanalah,

di antara hamparan 
kristal putih garam,
kau tak letih kucari
sebelum disesap sepi.

2015

No comments:

Post a Comment