Hulu Ledak

Asap kota
mengganti basah embun.
Siang mekar di ubun-ubun.

Tapi waktu dalam tubuhku
membungkus dirinya,
menulis sendiri hukumnya.

Cinta yang tertimbun
bertahun-tahun
terbiasa menentukan
siang dan malamnya sendiri.

Ia tak peduli dengan
perubahan bentuk awan
tak pernah tengadah
mengamati bintang-bintang.

Sejak sunyi
menarik hulu ledaknya,

waktu hanya tertarik
merakit ulang diriku.

Solo, 2014


No comments:

Post a Comment