Buku Yang Tak Mengerti Alasan Dirinya Ditulis

Sesungguhnya kita hanya nyaris menyatu
di pojok perpustakaan, di sudut rak kayu.
Aku melirik kau yang selalu memaling muka
pengunjung membaca isyarat kita dan tertawa.

Kita berperilaku seperti itu setiap harinya.
Sebelum pustakawan teliti itu sadar bahwa
kita hasil karya agung dengan tema berbeda.
Ia tempat-mampatkanku di rak betapa jauhnya.

Sejak itu kita tak pernah lagi bertegur sapa.
Dunia dan isinya tak lagi buatku tergila-gila.


2 comments:

  1. bahasanya tingkat nasional :) suka...

    ReplyDelete
  2. gue baca ini waktu lagi di perpustakaan Freedom, Dim. Entah konteks atau bagaimana. magis ajah jadinya. tahu magis kan?
    kalo gak tahu cobain ajah gula. nah, rasanya itu magis... #krik

    ReplyDelete