Seorang Buta

Setelah penghabisan jalan ini
kau kan temui seberkas cahaya

yang terlampau menusuk mata:

ia menuntun seorang buta dengan hangatnya
sebab jeda antar kata terlanjur disesaki gelap.

Barangkali hidup juga seperti
trotoar panjang tiada berujung,

yang mengharuskan kakinya memilih
mana batu pijakan mana batu sandungan,

atau hanya kesunyian dalam sebaris sajak
yang tak menuntun kita ke mana-mana.

Jangan-jangan kita memang tak ingin
dituntun, hanya ingin diyakinkan
hari esok masih sebuah jebakan,

Sementara kita termangu-mangu
orang buta itu kian meragu.

 Tangerang, 2014

No comments:

Post a Comment