Dengan Apa

dengan apa kita saling berbantah
jika segenap daya susut dari jiwa
setelah suara memilih pulang dari kota,
membangun sunyi di tenggorokan kita?

dengan apa kita saling berkisah
jika kata tak segemerlap suasa
setelah hari demi hari kian kusut dan
kita tak lagi sepasang yang kasmaran?

maka tak, jangan, kau sebutkan
bagaimana kau akan menjalani hidup,
sebab aku pastikan telah tinggi menara
agar mata lamurku bisa mengawasimu,

agar aku tak perlu mencari kelebatmu
dalam timbunan sajak penyair muda
yang baru belajar apa arti mengaji diri.

Semarang, 2014




No comments:

Post a Comment