Masa Belia

ya Tuhan, manusia gemar sekali perayaan.
tidakkah keriangan mengeraskan kewaspadaan
sedangkan hidup itu perkara seberapa siap
kesadaran menerima benturan-benturan?

dengan tersaruk aku menerobos masuk
ke belantaraMu: jalur-jalur perenungan,
tempat waktu tersesat, jauh dari keabadian
siapakah yang tidak gentar jika keraguan
berkelebat menembus ranting-ranting?

setelah sepanjang tahun ia belenggu
penantianku dengan garis tangannya
ia turun diiringi sorak sorai dari mimbar
tanpa memindai rasa perih dalam diriku.

mungkin cinta itu padri yang melepas masa belia,
melepas kasutnya, ketika memasuki kemahMu.
tapi mengapa, mengapa kematian begitu lapang
lalu siapa yang menantiku di ujung jalan?

Solo, 2013

No comments:

Post a Comment