Kulit dan Musim

sejak kecil, kulitku hanya kenal panas terik dan hujan rintik, tetapi perjumpaan dengan kulitmu membuatnya tahu bahwa yang menyekat tubuh dengan tubuh adalah perbedaan kemampuan bertahan dari kecamuk diri.

melalui lorong-lorong pori, kami hantarkan nasihat pada engkau yang masih mendekam dalam cangkang: hidup tak seterbuka pikiran mau pun perkiraanmu! yang kau kenakan nantinya pakaian-pakaian mahal bermerek budaya dan agama, dan sepi adalah aurat yang harus kau tutupi seolah-olah Tuhan mudah terkelupas darimu.

cuaca itu: lenguhan berat pada jalanan menanjak. ia mungkin saja tak dimaksudkan untuk memeristiwa, ia mungkin saja hanya bukti ada yang berdaya. cuaca itu: bukti ketaktersediaan ruang bagi ketegangan yang sekian lama menjalin pening di kerut kening. ia tak bisa diperkirakan, ia bukan untuk diperkarakan.

sejak kecil, kulitku hanya kenal kemarau dan penghujan, tetapi perjumpaan dengan kulitmu membuatnya fasih bercerita tentang keramahan musim semi, tanpa berpikir mau memetik moral jenis apa yang kelopaknya paling bercahaya jika disematkan di telinga.

Solo, 2013

1 comment:

  1. boleh minta bacaan yang direkomendasikan? tulisannya keren-keren, pasti bacaannya juga bagus :)

    ReplyDelete