Sungai Diri

: bernard batubara

ada sungai yang tak mengalir dalam diriku,
bukan karena airnya beku atau kemarau
sebab udara berkali-kali menanam encok
dalam tubuh, alih-alih sekadar bersetia
menunggu suara arus tak putus-putus,
lutut sudah pecah, kalut terus merajah
kata-kata dalam sukma dedaunan
yang meranggaskan seantero pikiran.

o, jiwa di hilir menyatu dengan kering
seperti getah tak terpisah dari cempedak
memaksa pinggang tak berani berkacak
memaksa pinggan berjarak dari decak
perut-perut yang mengikis lidah Tuhan.

ada sungai yang tak mengalir dalam diriku,
tetapi arus dari masa lalu masih berseru,
demam akibat gumam menuntun jiwa
menuju celah waktu yang tersembunyi,
mencoba mengurai kenangan mampat,
menangkap apa yang luput dari isyarat.

sejatinya aku tak benar-benar paham
mengapa sungai itu tak mengalir dalamku,
aku telah hanyutkan diri kepada massa
dan meninjau riuh-rendah gema doa-doa
tetapi sepi tiada bertepi menghalau hilir
dari murni hulu, mengikis akhir dari dulu.

duh, lumpur tak juga hijrah dari tubuh,
mengental seperti lemak tubuh angsa
tak lebur dikecup bibir api, bersidekap
berbagi hangat dengan nyeri, maka
seperti katamu, baiknya kita lihat
saja ke laut mana ia bermuara,
ke tingkap langit mana ia bersuara.

yang tak mengalir dalam diriku
semoga tak terlalu menghanyutkanmu.

yang begitu hanyut dalam tubuhmu
semoga tak mengeringkan sendi-sendiku.


Semarang, 2013

No comments:

Post a Comment