Dari Eden ke Cajamarca

: Yali

dari Cro-magnon ke Clovis
dari moyang purba
hingga Atahuallpa
sifat waktu senantiasa
mengaburkan mata.
di kedalaman hutan sana
bau bakau menidurkan
burung-burung, aku harap
juga dirimu dan aku.

bagaimana bisa engkau
begitu bernyali menghindari
jerat keterbelakangan
sementara aku dan kakiku
justru berjalan menjauh
dari kepastian hari depan?
bagaimana bisa engkau
begitu bernafsu
untuk tahu riwayat waktu,
si ular tembaga itu?

ketika api masih diraja
dan gua masih ditinggali
laut telah berkali-kali
memandikan langit
dan keingitahuan cemar kita,
semoga masih cukup usia
untuk mendapat jawabnya
: ia yang tak berbekas
di gading mastodon,
yang lebih bernyawa
dari puisi yang jadi kanon,
keilahian yang tak
terdeteksi oleh
penanggalan radiokarbon.

dari Eden hingga Cajamarca
sesungguhnya kita telah
bunuh waktu
dan menyerahkannya
pada kata-kata.
kita beri ia kuasa
untuk mencari tahu
siapa aku, siapa engkau
bagaimana laku peradaban,
sebelum jagat kembali
dikaburkan badai
yang merontokkan
sendi dan susunan gigi
kita jadi serpih detik-detik.

Solo, 2013

No comments:

Post a Comment