Berbagi Gelas

Dunia tak pernah segersang ini.
Jalan-jalan retak, langit biru
berselimut debu. Sumsum
dan tulang remuk jadi abu.

Kekeringan di mana-mana.
Mengoyak jubah orang Lewi,
namun dijahit dengan kerut
kening orang-orang Samaria.

Dunia tak pernah segersang ini.
Badan-badan terpanggang,
lidah-lidah meminum matari
dan membasuh kering mata
di telaga-telaga sarat dogma.

Kau mau mencecap Tuhanku?

Ambillah dan basahi jiwamu.
Sebab sumurku masih penuh.
Aku bisa mengisi-Nya dari
hutan hujan di dalam mataku.

Tak perlu ragu, saudaraku.
Mari berbagi gelas,
mari bertukar belas.
Rasa Tuhanku tawar saja,
Ia tak akan memabukkanmu.
Hanya tuk melepas dahaga,
hanya menghapus jelaga
yang lekat  menempel
di kulit tradisi dan norma.

kau mau mencecap Tuhanku,
saudaraku?

Solo, 2013

2 comments:

  1. Greget kak :D! Ditunggu lagi postingan selanjutnya ya. FEB UNDIP kak? Aku juga FEB UNDIP

    ReplyDelete