Harfiah

bayang-bayang matahari
mengarsir kelopak matamu,
dipisahkannya batas antara
kesunyian siang dan petang.

deras sungai berair bening
memecah arus sudut matamu.
diterjemahkannya tangis dari
keterasingan kerling dan hening.

tetapi bagi sepasang mataku
matamu seperti bocah kecil
yang tak bisa menyimpan
mimpi terburuknya
-- ada yang tetap terbaca
meski coba kau rahasiakan.

meski matamu penuh riasan
mataku akan tetap menyalinmu
meski aku sadar sebenarnya
kita kata yang tak perlu kiasan.

Semarang, 2013

1 comment:

  1. Mas..tanya.. arti dari puisi harfiah ini apa mas? Mohon penjelasannya..terima kasih.. ditunggu penjelasannya

    ReplyDelete