Aubade

ini masih subuh, kenangan seperti perahu-perahu letih yang mengantre berlabuh. dan kau masih seperti seorang anak kecil yang asyik melipat-lipat abad di ruang kelas yang hanya didominasi warna lupa dan putih pucat.

betapa angin mengepung telingaku seperti ketika hari hanya tersusun dari serak suaramu: kalender bertanggalkan dahak dan bahak. satu-satunya suara kini hanyalah pepatah-petitih dari jatuh air yang setia pada talang berkarat.

burung-burung seperti mengutuk gusarku ketika menyadari bahwa damai juga bisa datang tanpa protokol berbelit tak seperti yang gandrung diserukan para pejabat tinggi di televisi, ceruk-ceruk kantuk tempat di mana aku bisa mengalirkan bayanganku.

ini masih subuh, tetapi doa sudah pasang di mata yang terjaga dari curiga: aku memimpikan hari ketika pagi memiliki tafsirnya sendiri, seperti kesan yang ditangkap daun jatuh dari para penyapu jalan, yang gagal disalin mimpi-mimpiku dari hikayat malam.

Solo, 2013


No comments:

Post a Comment