Amsal Sepotong Lidah

jauh sebelum bahasa diturunkan ke dunia
langit dan empunya tak pernah sejauh ini.
awan masih berarak mengisi relung hati
langsai yang bisa disibak kapan saja.

dunia yang diam tidaklah berfaedah
maka tulah bermekaran pada lidah
-- gemulai tari-tarian kecemasan --
seperti riwayat-riwayat percakapan,
rupa-rupa kebiasaan dan tradisi
tak punya harapan dibasuh puisi.

tetapi segala seluk-beluk kebisingan
masih menyisakan pertanyaan bagi diri:
mengapa kata tak jua memenuhkan kita
-- tetes anggur yang tandas di dasar piala?

lihatlah, pangkal lidahmu kini menyala!

Solo, 2013


No comments:

Post a Comment