Semangkuk Besar Sayur Lodeh

Ini hanya pernikahan buruh bangunan
mahar berupa perangkat kenekatan.
Rumah tangga baru seumur jagung.
Tetapi masalah sudah menggunung.

Meja makan lama tak berpenghuni.
Istri tak putus asa terus mencoba.
Ia pelajari resep-resep masakan.

Semangkuk besar sayur lodeh
wujud kepatuhan yang saleh.
Kepul panas tampak lezat
kuahnya kental maklumat:
kita tirakat yang terikat!

"Buk, lodehnya enak."
istrinya tersipu.
Baru kali ini
suaminya memuji.


Sang istri berjanji
lebih giat memasak lagi.
Ia melepas kerja suaminya
dengan senang tiada terkira.

Ia tunggui seharian suaminya.
Sesekali melongok jendela
kalau-kalau ada pedagang sayur
kalau-kalau cintanya bernasib mujur.

Tetapi hingga larut suami tak kembali
Lalu tetangga mengabari, suami  yang
ia cintai mati, jatuh dari gedung tinggi.

Di meja makan, tak ada lagi sanjung puji.
Sayur lodeh kembali jadi perkara remeh-temeh.

Solo, 2013

No comments:

Post a Comment