Naumara

Di bawah guyuran hujan
kucing hitam itu mengejan.

Matanya yang belimbing
jatuhkan igauan ke celah tebing.
Sorotnya murni gairahmu, Naumara!

Sementara kau,
asyik saja membaiatkan
dadamu sebagai sebuah upeti.

Pertaubatan tarikan kengerian
yang tak lama lagi membelah
perut kucing hitam itu,
merah orok, serupa momok
mencakar kita yang asyik saja
berenang di sungai darahnya.

Solo, 2013

No comments:

Post a Comment