Nyawa

tertambat di nadimu, begitu pekatnya ketakutan.
langit merah saga, awan-awan sewarna jelaga.

bintang lebur di langit paling darah di kotaku.
akulah lelaki dengan kening kecemas-emasan
yang akan mengarsir mimpi-mimpi tak usaimu
tetapi bingung tentukan: mana gelap mana gilap.

tertambat di nadimu, buatku lupa arti meratap
atau malam ini kepala tengadah beratap apa.

jauh di sana, sebuah batas gagal dekatkan ajal
dan kita, pongah pada diri yang tak kekal.

Solo, 2013

No comments:

Post a Comment