Ah Dek

Ah dek,
kakiku tak berpantofel,
tak sedap dipandang.
Kakiku penuh lumpur
hasil meladang.

Sebab dek,
fokus utamaku hanya
cukupi panganmu,
meski aku nirsandang.

Ah dek,
tanganku tak berarloji,
tapi penuh ucap syukur
meski bau hangus matari.

Sebab dek,
fokus utamaku memang
sengaja sisakan ruang
agar bisa kau ikatkan janji.


Solo, 2013

No comments:

Post a Comment