Kepada Yudas

Sesungguhnya kubur tak lagi berisi.
Ia telah suci, dibasuh bening puisi.

Sesungguhnya kubur tak tertempati.
Ia bangkit dan hijrah ke relung hati.

Tetapi meski kubur telah kosong,
nada-Nya murung ucapkan bohong:

"Selamat Paskah", bisik-Nya pelan
sambil menyembunyikan ketakutan.

Tapi engkau terus menciumi-Nya.
Kau tak sadar, sungguh tak sadar.
Kali ini Ia dimakamkan rutinitasmu.

No comments:

Post a Comment