Petir


Sejarah-sejarah hangus, arang-arang gugus.
Yang tersayat hanya cucuran ayat-ayat.
Ruh pelawat menetes dari pelepah hayat.

Bagaimana bisa jiwa merasa nyaman jika tahu
anak-anak sungai enggan lagi bersenandung
dan awan-awan berlindung dari matahari limbung?

Bagaimana bisa ruh merasa aman dalam hujan
jika bukan dengan lebih gaduh meneriakkan dan
menerakan kamu melalui sebait dua bait keluh?

Kemana lagi aku akan berlindung dari tikamanmu
jika segala yang mawas justru membuatku waswas?
Bisakah kau datang tak dengan demam dan dendam?

Mendekatlah, kan kubacakan sebuah dongeng.
tentang pohon penutur yang menganggap sepi
adalah kilatan kalut yang menyambar siapa saja
yang mungkin juga akan menghambarkan kita.

Magelang, 2013

No comments:

Post a Comment