Bah

Banjir adalah
kasak-kusuk pendatang
dari jiwa yang meradang.
Gugup dan gagapnya
bertamu semaunya.

Kota-kota kewalahan
hanya hidangkan
setoples jemu jamuan.

Padahal masa kecilnya
tak berpindah-pindah.
Ia betah merumah
di kepala yang pasrah
lalu tak lama hijrah
pada sedih yang lumrah.

Banjir akan mengucur
kapan saja semaunya.
Dari bukit sakit
yang kikis oleh air
dan kenang anyir.

Banjir adalah
masalalu paling bah.
Sederas apapun alirnya
kau akan menurut saja
jika diseret arusnya.

Magelang, 2013

No comments:

Post a Comment