Pengemis

Jika sedang libur mengemis
aku mengemas rasa syukur
yang disisakan orang terberkati.

Tetapi Engkau justru mencabut
paksa aku dari puting susu istriku
saat kemarau begitu kurang ajar
terhadap meja makan keluargaku.

Raung lapar bayi mungil kami
buatku tak berselera makan
meski Engkau menyuguhiku
apel dan anggur di firdaus-Mu.

"Pecah dan bagi saja tubuhku,
jadikan roti untuk keluargaku."

"Tubuhmu tak setabah tubuh-Ku"
kata-Mu yang lalu disambung
senyuman pria di samping-Mu.

"Saya Ayub. Mari makan enak."

No comments:

Post a Comment