KTP

Sambil berjalan ke kecamatan aku teringat
perlakuan ibu yang sangat manis pagi tadi.

Ibu mengancingkan baju dan hatiku sambil
berpesan bahwa warga negara yang baik
adalah yang paling sedikit mengeluh dan
paling banyak berpeluh bagi negerinya.

Aku mengangguk hanya untuk meyakinkan
ibu bahwa aku telah melupakan ayahku.
dan tak menyimpan dendam pada negaraku.

Seusai membolak-balik KTPku yang mati
petugas kecamatan itu bertanya kepadaku:

"kamu masih ikut bapakmu yang kiri?"

aku hanya tersenyum dan dengan senang hati
menjalani masa wajib lapor seminggu sekali.
di kantor itu aku terus mencari perihal apakah
bapak sudah mati atau sudah dianggap mati.

No comments:

Post a Comment