Kau Tak Terlupa, Kapadokia

Lembah menahan napas
bersimpuh pada kakilangit.
Di makam orang-orang Het
tangis pecah tak tepermanai.

Alangkah sesal laju peluru
berdiang di cawan perunggu.
Siar mahsyur kebun anggur
membisikkan bait-bait gugur.

Kita pelihara ular beludak
menanamnya pada lidah
perawan-perawan Makedonia.

Gerangan tubuh demam
porak-porandakan iman.
Rumah ibadah kosong 
tak ada cicit, atau lolong.
Hanya terkumpul bangkai
pucat jiwa-jiwa terbantai.

Kau terus merabuk dosa
sebelum nyaring sangkakala.
Rinai geram, luruh tajam
dalam abad yang hujan. 

2012

1 comment: