Di Chechnya, Kita Mengakrabi Mara

: untuk perempuan di jantung Grozny

Tapi duka tak benar-benar menyerah
hanya menarik diri sambil mengintai
aku dan kamu, yang kini berdamai.

Ia hidup membentuk banyak kubu
menjadi guguran salju di matamu
jadi hutan pinus di rimba rambutmu.

Waktu adalah taring serigala kutub
yang pada ujungnya kian meruncing
mengoyak amarah masing-masing.

Jangan lagi kita mempersenjatai diri
dengan menyematkan rupa-rupa duri.
Jangan bebal kita muntahkan artileri
jera sudah tubuh lebam, warna baiduri.

Aku tak ingin kembali menarik picu
tuk membiarkan sunyi begitu pilu
kembali meledak-ledak di kepalaku.

Aku dan maut tinggal teramat dekat
ingatan tentangmu ada sebagai sekat.

2012

No comments:

Post a Comment