Tuhan Sakit Menahun

kanan kiriku gunung batu
bukit yang memeluk bumi erat
matahari tersengal ke barat
tempat sebenggol khianat dikerat

ketakutanku berkubu-kubu
bersemayam ketidakberdayaan
gentar, sewarna ungu tua
gemetar, semerah bata

di kayu salib, mahkotaku diludahi
di kayu salib, nyawaku disudahi

Bapa, Bapa
luka ini berapa rupa?

sebagaimana tubuh yang membiru
darahku didapuk sebagai pembaharu
sebagaimana dagingku terkelupas
tiadaku dianggap sebagai pembebas
ragaku gugup, ruhku tergagap
dalam rencana Bapa yang penuh gegap

aku mengampuni setiap engkau
yang dengan sengaja mengumpanku
aku tetap mengamini doa engkau
yang masih enggan mengimaniku

2011
 *) puisi yang tahun lalu dibacakan untuk perayaah Paskah sebuah gereja.

3 comments:

  1. Ini keren!!! :'O

    Tetaplah berkreasi, kak. Biar bagi banyak orang di luar sana, karyamu senantiasa menjadi inspirasi serta motivasi. :")

    ReplyDelete
  2. aku mengampuni setiap engkau
    yang dengan sengaja mengumpanku
    aku tetap mengamini doa engkau
    yang masih enggan mengimaniku

    manis sekali! how glorious our Lord! ♥

    ReplyDelete
  3. to estipilami: pasti, Esti. Terima kasih banyak.

    to Sitoresmi: i feel you. ;)

    ReplyDelete