Memorabilia

lalu cinta datang dan bersemayam di pelukan kita
menyelinap di kemeja korduroi, dan gaun katun
kita saling memenuhkan gairah satu sama lain
pada reyot ambin, ciuman yang melaknat malam

lidahmu menyusupi tubuhku seperti kelindan
menakzimkan letak-letak kehilangan masa lalu
biji matamu itu, adalah jentera, sumbu pesona
jika keheranan ia berputar-putar, melenakan akal

telah larut karat di bibirmu, jua endapan siksa
tanpa kita sadari fajar menjumput ingatan kita
membalurkannya pada matahari yang kesepian
tak ada yang menunjukkan ia arah jalan pulang

setelah pertempuran semalam kemejaku robek
lekaslah, nyeri menjalar-jalar, lekas luka kau pintal
seperti janji yang kau ciderai, dan jadi darah beku
baluri, balur lagi aku, dengan tubuhmu yang sintal

Semarang, 2012

1 comment:

  1. kata2nya terlalu ninggi,susah aku nyari ngertinya -_-

    ReplyDelete