Kanvasmu Menangis, Gogh


: Vincent van Gogh

keputusasaan telah melumpuhkan sendi
para pekerja, mengering di tukak lambung
keringat sebesar biji kenari, keluar paksa
bersama amis darahperjalanan panjang
yang tak jua memarkahi sesal dosa-dosa

kau gores hangus dinding kota terbakar
dan hujan menyemaikan ketakpuasanmu
menjadi ladang ratap, bagi buruh yang
kesehariannya memakan kentang manis
melalui tangan yang juga digunakan untuk
menghadirkan semangkuk sup kacang merah
di rumanya, atau whiski, untuk mengelabui
maut yang bersekutu bersama hawa dingin

kau potong telinga sendiri, yang bernanah
karena kerap mendengar nada sumbang
pemerintah, yang menghujamkan mara di
sepatu usang rakyat miskin, musim gugur
lebih masam dari biasanya, tetapi potret dirimu
wujud digdaya seni, gambaran perlawanan
pikiranmu, atas dunia yang mengemis keadilan

tapi aku yakin, kau merekatkannya di tanganmu
untuk mendengarkan kesakitan, dan memahatkan
tangis kaum marjinal di kanvasmu, juga untuk
singkirkan debu duka, di atap cerobong mereka

Gogh muda masih terus melukis dengan air mata
yang serupa warna purnama, hingga akal sehatnya
tercerabut dari jiwa, dan jadi kunang-kunang
beterbangan di danau Arles, seringainya keemasan


(2012)

1 comment:

  1. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi
    Saat kamu menemui batu sandungan janganlah kamu ptus asa,
    karena semua itu pasti akan ada solusinya.,.
    si tunggu kunjungan baliknya gan.,

    ReplyDelete