Mendengar Sepi

dikunyahnya senyap hingga lembut
kedua telinga berlari memunggungi
lindap kelebat suara, tak tertangkap
sepi pun leleh dari kepundan gendang

"aku butuh sepasang telinga baru
agar sunyi tak salah kumaknai"

gentarlah dedaun kering yang menguping
kejatuhan, bagi mereka tak lagi asyik
seketika merindu pada dahan-dahan
ingin merasakan disirami tangan-tangan
bulat tekad si tuli menabrak siapa saja
mememarkan segala yang berkata-kata

"ah, ilham harus segera datang
agar si tuli dapat terus menulis puisi
atau kalau tidak dalam gundahnya
ia akan menyalahkan siapa saja
kami dan tai kucing kan disapunya!"
ia berkata sambil menepuk pundak angin
raga tak kasat yang merasa bersalah
tajam lidah tak ditumpulkan dunia
menjadikan mereka mitra terbaik
bagi tersebarnya kabar yang kabur
dan si tuli pasti membencinya

si tuli keluar-masuk di los-los pasar
tempat senja menyamar jadi ikan asin
matahari memadamkan diri dan jadi air laut
yang menguap sebagai keringat pedagang

sebakul tafsir kosong hendak dijual
untuk ditukar sepasang telinga baru
syahdan, si tuli tak kunjung menemukan
telinga yang pas bagi kepala batunya
kecewa tak dapat disembunyikan dari wajah
yang pucat tak berpayung dari kesedihan

ia tahu akan salah mengartikan kekosongan
tak akan mengenali gaung di kepala sendiri
suara Tuhan akan kembali serak, bahkan habis
sebab sering memanggil ia, tapi tak digubris

selamanya si tuli
tak tahu jalan pulang
ke semesta suara

Semarang, 2012

No comments:

Post a Comment