Kamar yang Mencuri Dengar

tak diindahkan larangan kelambu
sebab terlalu letih digulung hasrat
yang mekar, bak bunga geranium
wajah dipan merah padam, malu
tapi juga berkeinginan mencium

antara mulut, senyap memagut
leher jadi dahan yang hangat
penuh sisa kecup, cincin gerugut

lidah paling hujan yang mengecup tanah
kehendak bebas, jadikan tubuh basah

o malam ini, malam musikal
oleh jantung dinding berdegup kencang
oleh derit berirama ranjang
menggantikan lenguhan-lenguhan panjang

ia siram kenangan yang paling api
tinggal sesal mengasap di mata
yang ia yakini
Tuhan tetap tinggal di rahimnya
mengasuh tabah, bagi benih yang entah

Semarang, 2012

No comments:

Post a Comment