Hutan Pelupa

sebab segala sesuatu yang berasal dari air
adalah alir hayat, yang tetap kan mencium tanah
sebagai persinggahan, tempat kakiku bak lereng

kau sengaja menahan matinya kenangan
yang menjerat seperti akar dan menggamit
lengan-lengan pohon yang tersusun rumit

kulihat amarah di mata kayu bakar
jelma abu menjadi kasat empunya
"siapa fana hingga berani meniadakan aku?"

duh, engkau tetap berlari-lari di sana
di pikiran lembah, dengan tangan gemetar
mengeluarkan hujatan, sebagai hutan hujan
yang mengutuki wajah kering kemarau

duh, engkau tetap rimbun di sana
di dasar jurang, dengan gaung gentar
memanjatkan doa, siar hingga mulut goa
sebagai hutan hujan, yang tak mengenali
lalu kering sendiri, sebab diranggas sepi

Semarang, 2012

No comments:

Post a Comment