Jika Waktu

jika waktu dapat menandaskan jemarinya di pinggangmu
ia kan mempertemukan kita, getah yang getas di napas
pasir yang ditinggal air pantai saat susut, hati yang repas
aku kan tanam kenangan atasmu, kubiarkan tumbuh
dalam tahun-tahun penantian, di tanggulmu aku labuh

jika waktu dapat sedikit mencairkan dirinya di kerontangmu
aku akan mencucukkan lidah untukmu, wangi kayu gaharu
o, aku rindu, tinggal di dahan mudamu, untuk lama tertidur
di kedua dadamu yang lunak seperti tanak semak perdu
sembunyi diri dari intaian sepi, sebab takut dipagut nyeri

jika waktu dapat mengetatkan peluk di tubuhmu
aku akan menuruti kehendaknya, bak sampan lapuk
yang ditambatkan, di tapal semenanjung pusat hening
rumah orang-orang seberang, dahulu, sebelum wabah
sebelum kelaparan, mengetuk rumah pintu mereka

jika waktu dapat mencecarkan jedanya di tubuhmu
aku akan mengikis mendung di mega, agar cahayamu
bisa menembus celah-celah berdebu jendela rumahku
juga, tubuhmu pohon jangkung, berbuah mata cekung
tempat bernaung angan burung, sesak raya berkabung

jika waktu dapat mendamparkan dirinya di pantaimu
aku kan jadi mercusuar, yang tak membilang cahayaku
pada lekuk tubuhmu, sebab gelap lebih dulu mematri diri
pada pori-pori, sebesar pasir putih, lubang keringatmu
maka aku hanya akan mengawasimu, dari bilik rinduku

—Semarang, 2012

No comments:

Post a Comment