Kisah-Kesah Siapa Saja

ini kisahmu betapa kejut
perjalanan mulut ke mulut
yang fasih mencipta kemelut
runtut rapal doa bibir merajut
menikam mata diselimut kabut

ini kisahmu betapa senang
sebab kita sempat telentang
letih, berseberang ranjang
melalui lengan ke lengan
ruang luang menibar lengang
sekedar menghantar bimbang
dari debar tak tertimbang

ini kisahmu betapa sering
masih bersebelah dengamu
aku hampir kering, berbaring
sebab engkau kitab telanjang
lembar kenang tak tenang
yang bibir eja dan tafsirkan
tubuh buku rerupa badik
di tiap barismu aku bergidik

ini kisah romansa siapa saja
kau bisa menamainya balada
sebab seringkali memerah mata
seperti habis ditabur serbuk lada
tiada yang lebih nyata dari tiada

ini kisah kutulis baru pagi tadi
oleh getar yang merindukanmu
seperti burung dan bulir padi
atau tetes hujan di daun keladi
pada perjumpaan kita yang
bahkan belum pernah terjadi

cari, cecar, luruh, bekap
lari, kejar, rengkuh, dekap

tunggu dulu, itukah aku
yang binar matamu sekap?


*Bandung, 27 Januari 2012

1 comment:

  1. "tiada yang lebih nyata dari tiada" waaaa love it!

    ReplyDelete