Di Angkringan (Yang Disembunyikan Malam)

Malam adalah permainan menyembunyikan,
lidah menawan lapar dan rindu tak kelar,
sembunyikan pahit pangkalnya agar tak hambar.

Mata mendera kantuk dan rasa suntuk,
basuhi ingatan-ingatan yang merasa dikutuk.

Bibir mengikat senyum yang bernaung dalam hujan
kekalkan nama yang dingin, hanya sekadar ingin.

Pada tungku yang menyala, kau menduga
luka apa yang harus kau sembunyikan dariku.

Pada pemanggang yang nganga, aku menerka
hari lalu apa yang akan tersirat dari wajahmu.

"Sebab aku hanya bicara ketika diminta" katamu,
maka itu pun telah melukis diammu, batinku.

Sesekali kita menimpali tawa masing-masing
sesekali kita susut dari suasana, menuju hening.