Sri Respati


Tak akan ada yang terambil darimu. Radio tua, daster kesayangan, obat batuk, dan kitab suci. Semuanya masih dan akan selalu milikmu, sepanjang hari besertamu. Masa tua masih akan jadi kepunyaanmu, telaga yang tak habis-habis kau timba setelah hidup mengurasmu: lahir, tumbuh, bekerja, kawin dan beranak-cucu. Selamat, kau melalui semua dengan sentosa.

Tak akan ada yang terambil darimu. Becak langganan, gereja, kantor pos, teman-teman lansia, dan anak-cucumu. Semuanya masih dan akan selalu membuka diri untukmu. Masa tua adalah pohon yang tumbuh jauh menerobos tingkap-tingkap langit, dan buah kebijaksanaan itu kini milikmu. Hanya usia, ulat sia-sia yang berusaha merenggutnya darimu, tapi kau mengalahkannya!

Tak akan ada yang terambil darimu karena kau tak pernah merasa memiliki apapun dari dunia ini,  kau tahu itu. Kau pasrahkan masa depanmu; kauserahkan seluruh jatuh uban, sakit dan sembuhmu. Dalam doa-doa malamku, kau adalah kata yang tak menemukan akhir sebuah tafsir. Jangan pernah redup sebelum pemilik terang sendiri memintamu. Sungguh, kau layak berbahagia.


Jakarta, 2016